Wonosobo Mengajar : 3 Tahun konsisten mengukuhkan solidaritas sosial Melalui Program #SayangSimbah

by -84 views

WONOSOBOZONE – Di berbagi Wilayah di Wonosobo masih banyak kita jumpai Lansia yang di masa senjanya masih harus berjuang menyambung hidup. Ada yang masih berprofesi sebagai buruh tani, buruh gendong, pemulung, berjualan kacang rebus, berjualan opak dan lain sebagainya demi hidup mandiri dan menghindarkan diri dari sifat meminta.

Hari raya idul fitri memang telah berlalu, lebaran memang hampir usai, namun semangat berbagi untuk menyantuni dhuafa Lansia simbah-simbah jangan sampai berhenti.

Oleh sebab itu, selama 3 tahun berjalan, komunitas wonosobo mengajar berusaha istiqomah dalam program #SayangSimbah yaitu program berbagi paket sembako untuk simbah-simbah.

Menurut Tri Cipno Nugroho (ketua panitia program sayang simbah) Kegiatan sayang simbah, selain tujuan utamanya untuk berbagi & peduli sesama, juga untuk penguatan makna relawan yang sekarang ini mengalami subversi sekaligus penguatan peran sosial kemanusiaan bagi para donatur.

Program ini merupakan program tahun ke-3, dimulai sejak tahun 2015, biasanya kami berbagi paket di bulan Ramadhan dan Bulan Syawal untuk Simbah-Simbah yang ada di pelosok Wonosobo.

Dalam kurun waktu tahun 2015 hingga 2017 alhamdulillah lebih dari 1200 Lansia terbantu melalui program ini. Paket didistribusikan di berbagi daerah di Wonosobo, dan sudah menjangkau semua kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Tahun 2017, program dilaksanakan diantaranya di Bedakah Tlogomulyo Kertek, Bulupayung Rejosaei Kalikajar, Wonoroto Watumalang dan di Desa Somogede Wadaslintang, papar Nur asaudah Al Arifa D (Pembina Wonosobo Mengajar).

Sebagai komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, kami berharap kabupaten Wonosobo dapat menjadi kabupaten Ramah Lansia, yang senantiasa peduli akan kesejahteraan lansia. Karena fakir miskin pada hakikatnya adalah tanggungjawab negara. Kami yakin Wonosobo akan semakin sejahtera apabila masyarakatnya saling bahu membahu dan tolong menolong, saling berbagi apabila ada masyarakat lainnya yang masih dibawah garis kemiskinan. Tentunga bukan hanya berbagi paket sembako, saat prosesi serah terima bantuan juga di isi kegiatan pengajian dengan kiyai setempat.
Seperti dalam ceramah Pak Kiyai Rifai saat pengajian sayang simbah di Bedakah bahwa Sayang Simbah adalah sarana untuk meningkatkan kembali kasih sayang putro wayah untuk simbah, dan sebagai pengingat untuk kita semua bahwa setiap kita pasti akan menua.

Dalam pelaksanaan program Berbagi untuk lansia Wonosobo Mengajar menggandeng penyuluh agama di berbagi kecamatan agar tepat sasaran dalam distribusi. Salah satuanya adalah Mas Wakhid Setiawan penyuluh agama di Wilayaha Wadaslintang yang telah bermitra selama 3 tahun dalam program #SayangSimbah.
“Salut buat relawan Wonosobo Mengajar dengan program sayang simbah yang selama 3 tahun berturut turut tidak pernah absen dilaksanakan di wadaslintang, tentunya sangat membntu para dhuafa untuk ikut bahagia” papar Wakhid Setiawan.

Program sayang simbah adalah wujud solidaritas sosial, untuk mengukuhkan kembali rasa kemanusiaan khususnya untuk para Lansia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *