​Peningkatan Konsumsi Pertamax dan Pertalite, Positif Bagi Lingkungan

by -42 views

WONOSOBOZONE – Meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, mendapat tanggapan positif dari pemerhati lingkungan hidup. Menurut mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Berry Nahdian Furqon, kedua BBM yang memiliki RON tinggi tersebut, berdampak baik bagi lingkungan, termasuk udara yang dihirup. “Ini sangat bagus. Kita harapkan peningkatan konsumsi tersebut terus berlanjut,” kata Berry saat dihubungi melalui telepon kemarin.
Menurut Berry, peningkatan konsumsi Pertalite dan Pertamax memang sangat menggembirakan. Pasalnya dengan memiliki RON yang lebih tinggi, kualitas kedua bahan bakar minyak tersebut jauh lebih baik dibandingkan Premium. “Kondisi demikian, bisa jadi disebabkan kesadaran masyarakat yang mulai tinggi untuk menggunakan BBM ramah lingkungan,” lanjutnya.

Selain faktor lingkungan, Berry tidak menepis bahwa peralihan penggunaan dari Premium ke Pertalite dan Pertamax, karena kesadaran masyarakat untuk untuk menjaga kondisi mesin kendaraannya. “Apapun alasannya, peralihan tersebut tetap positif dilihat dari perbandingan di antara BBM fosil,” ujar Berry.
Dalam beberapa bulan terakhir, penggunaan Pertamax dan Pertalite di berbagai daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah, memang menunjukkan tren meningkat. Sebaliknya, penurunan tajam justru dialami pada konsumsi BBM jenis Premium. Di berbagai SPBU di Yogyakarta, Semarang, dan beberapa kota di Jawa Tengah, misalnya, masyarakat terlihat antre Pertamax dan Pertalite. Sedangkan antrean Premium dari waktu ke waktu terlihat semakin menurun. 

Di Yogyakarta, misalnya, kondisi demikian antara lain dijumpai di SPBU Jl. Raya Pleret Bantul, SPBU Banyuraden dan Pakem di Sleman. Sedangkan banyaknya pengguna Pertamax dan Pertalite, bisa dilihat di di SPBU Ngasinan, Sidojoyo, dan Sapen. 

Andreas Bayu, warga Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, mengaku senang mempergunakan Pertamax. Menurut Andreas, sudah dua tahun dirinya beralih dari Premium, tepatnya setelah membeli sepeda motor baru. “Sayang kan kalau pakai Premium. Saya ingin motor saya lebih awet dan performanya terjaga baik,” ujarnya.
Menurut Andreas, Pertamax memang membuat pembakaran lebih sempurna. Ketika servis di bengkel, dia melihat bahwa ruang bakar tetap bersih tanpa dikotori jelaga arang.  

Hal senada disampaikan Afifah, warga Perum Mutiara Persada Wonosobo. Menurutnya, Pertamax membuat mesin kendaraannya lebih awet dan bertenaga. “Suara mesin juga lebih halus,” kata dia. 
Tidak hanya itu. Pertamax ternyata lebih irit dibandingkan Premium. Sebagai mantan pengguna Premium, Afifah mengaku bisa membandingkan, mana di antara kedua jenis BBM tersebut yang lebih ekonomis. “Saya mengisi Rp30 ribu, Senin. Sampai hari ini belum berkurang stripnya,” lanjut Afifah, yang juga pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Wonosobo. 

Siti Nuraini, juga PNS di Dikbudpora Kabupaten Wonosobo, mengaku lebih memilih Pertamax dibandingkan Premium. Alasannya, karena Pertamax membuat mesin lebih baik dan awet. “Suami saya yang bilang begitu,” ujar Anik, panggilan akrabnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *