PERINGATI HUT RI KE 72, KEMENKUMHAM BERI REMISI UMUM 70 NARAPIDA RUTAN KELAS II B WONOSOBO

by -39 views
WONOSOBOZONE – Peringati HUT RI ke 72 tahun 2017 Kementerian Hukum Dan Ham Republik Indonesia (KEMENKUMHAM RI) memberikan remisi umum kepada 70 narapida di Rumah Tahanan Negara (rutan) kelas II B Wonosobo dalam upacara pemberian remisi Kamis, 17 Agustus pagi di lapangan olahraga rutan kelas II B Wonosobo.
Menurut Kepala Rutan kelas II b Wonosobo, Suranto, mengatakan remisi umum ini terdiri dari remisi umum I yang diberikan kepada 69 orang dan Remisi II atau bebas langsung 1 orang. Dengan rincian pengurangan masa menjalani pidana selama 5 bulan 1 orang, menerima remisi 3 bulan 14 orang, menerima remisi 2 bulan 20 orang menerima remisi 1 bulan sebanyak 35 orang.
Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo dalam sambutannya saat menjadi Inspektur upacara menyampaikan, bahwa rasa syukur dalam memperingati Hari Kemerdekaan menjadi milik segenap lapisan masyarakat, tidak terkecuali para warga binaan pemasyarakatan, sebab pada hari tersebut pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa menjalani pidana atau remisi bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan serta telah memenuhi syarat yang ditentukan seperti yang diamanatkan undang-undang No 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan dan Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 Tentang Remisi.
Agus menegaskan, pemberian remisi terhadap narapidana dan anak pidana pada hari ini, bukan semata-mata merupakan suatu hak yang didapatkan dengan mudah dan bukan merupakan bentuk kelonggaran agar narapidana dapat segera bebas.
Namun, pemberian remisi merupakan suatu bentuk tanggung jawab untuk terus-menerus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam pelaksanaan program pembinaan. Selain itu, pemberian remisi dimaksudkan juga untuk mengurangi dampak negatif dari sub-kultur tempat pelaksanaan pidana, serta dapat juga menjadi sebuah stimulan dalam menghadapi deprivasi dan efek destruktif dari pidana perampasan kemerdekaan. Secara psikologis pemberian remisi juga mempunyai pengaruh dalam menekan tingkat frustasi, sehingga dapat mereduksi atau meminimalisir gangguan kemanan dan ketertiban di Lapas, Rutan, berupa pelarian, perkelahian dan kerusuhan lainnya.
Agus menbahkan pemasyarakatan sebagai sarana dalam Nation and character building harus dapat memberikan sebuah makna, bahwa negara dituntut untuk melaksanakan program pembinaan. Salah satu yang diharapkan dapat menstimulir setiap narapidana dan anak, agar mampu melakukan Self propelling adjustment, yaitu kemampuan penyesuaian diri untuk kembali ke masyarakat dan ikut berperan aktif dalam pembangunan.
Melalui remisi juga dapat mempercepat proses kembalinya narapidana  dalam kehidupan masyarakat agar narapidana mempunyai kesempatan untuk menginternalisasikan nilai-nilai masyarakat secara tepat percepatan kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat juga akan memperbaiki kualitas hubungan antara narapidana dan keluarganya karena bagaimanapun seorang narapidana adalah bagian yang tak terpisahkan dari keluarga. Narapidana mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *