Alana, Hafidz Cilik Indonesia Dapat Hadiah Haji Dari Dubes Arab Saudi

by -25 views

WONOSOBOZONE – Alana (8), bocah difabel penderita Cerebral palsy asal Dukuh Rawawungu, RT.01 RW.05 Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnega yang sempat memukau para penonton acara televisi Hafiz Indonesia 2017, mendapatkan rejeki yang tak diduga. Anak dari Martono (52) dan Darsiyah (47) itu mendapat hadiah dari Duta Besar Arab Saudi untuk pergi Haji bersama kedua orang tuanya dan Kakeknya. Menurut Martono, mereka mendapat hadiah atas dasar prestasi yang telah diraih oleh Alana di bidang Hafidz tingkat Asia Tenggara yang digelar di Padang, Sumatera Barat beberapa pekan lalu. “Kami merasa bersyukur atas rejeki yang tiada terkira ini. Ini merupakan rejeki dari Alana, anak yang kami lahirkan. Ucapan terima kasih kepada Allah dan kepada Dubes Arab sebesar-besarnya kami haturkan,” ungkap Martono penuh haru usai membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Jum’at (28/7).
Selain berkesempatan untuk melaksanakan rukun islam yang kelima itu, Martono menyebut pihaknya bersama Alana juga diberi hadiah untuk pergi ke Afrika. Menurutnya bukan hanya untuk bertamasya, melainkan untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih intens terhadap kelainan yang diderita Alana semenjak lahir. “Sebelumnya Alana pernah mendapat pengobatan gratis di RS Orthopaedi Purwokerto yang didanai oleh salah satu TV Nasional. Alhamdulillah kaki Alana jadi bisa sedikit bergerak. Dan sekarang tengah menjalani terapi. Besok setelah haji, Alana diminta pergi ke Afrika untuk diperiksa lebih lanjut,” ujar Martono.

Mengidolakan Musa dan Syeh Ali Jaber

Di usia 5 tahun, Alana telah mengagumi Musa, hafiz cilik yang tampil juara pada sebuah program tayangan televisi pada 2014. Selain Musa, Ia juga mengidolakan Syeh Ali Jaber yang menjadi juri pada program acara televise tersebut. Alana berambisi dapat bergabung pada program itu sekaligus untuk bertemu sang idola. “Pada waktu itu, Alana sempat bilang ke saya, apa televisinya perlu dipecahkan biar dia dapat masuk ke program televisi dan bertemu dengan idolanya,” beber sang ibu, Darsiyah. Dengan peristiwa tersebut, Darsiyah pun bertekad mewujudkan keinginan putra bungsunya. Meski menyandang disabilitas, otak Alana diyakininya cerdas. Ia rajin melatih Alana menghafal ayat demi ayat dari Al Quran setiap harinya. Menurut Darsiah, dalam perjalanan hafalannya Alana tak dimasukkan ke yayasan Hafiz atau pesantren karena terbatas biaya. “Setiap setelah subuh adalah waktu wajib bagi Alana untuk menghafal, hingga menjelang berangkat ke sekolah Taman Kanak-kanak (TK). Selain itu, sepulang sekolah juga Alana kerap nambah hafalan,” jelasnya.
Tak dinyana, di luar keterbatasan fisiknya, daya ingat Alana luar biasa. Ia mampu menghafal perayat Al Quran dengan mudah. Ibu dari 3 anak itu pun menyebut pada awalnya Alana mampu menghafal 3 ayat perhari. Dan kini, ia mampu menghafal 10 ayat perhari. Meski sempat gagal mendaftar program Hafidz Indonesia pada tahun 2015, Alana tak berkecil hati. Ia kian terpacu meningkatkan hafalan agar dapat mengikuti audisi pada kesempatan tahun selanjutnya. Hafalan Alana terus bertambah. Desember 2016, ia berhasil menghafal 8 juz Al Quran. Dengan jumlah hafalan tersebut, Darsiah percaya diri mendaftarkan kembali putranya pada audisi sama. Tak disangka, Alana berhasil menyisihkan ribuan peserta seleksi lain dari berbagai daerah. Ia mampu menghafal lancar saat diuji panitia seleksi. Alana berhasil masuk peringkat 10 besar peserta terbaik Hafiz Indonesia. Alana sukses mewujudkan citanya, tampil pada audisi hafiz yang ditayangkan televisi, serta bertemu tokoh idola, Syeh Ali Jaber. “Saya tidak menyangka Alana berhasil meraih prestasi ini. Ini adalah keajaiban Al Qur’an yang mengantarkannya sampai ke panggung Hafiz Indonesia. Kami optimis, tahun depan Alana sudah mampu menghafal Al Quran 30 juz,” pungkas Darsiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *