Imigrasi Wonosobo Perketat Penerbitan Paspor, Cegah TKI Ilegal

by -31 views
WAWANCARA. Seorang pemohon paspor untuk bekerja ke luar negeri melalui program G to G tengah di wawancarai oleh salah satu petugas dari Imigrasi. Foto : Ilham Ardha.

WONOSOBOZONE – Maraknya TKI Ilegal dan juga masyarakat yang menyalahgunakan paspor wisata untuk bekerja di luar negeri, menjadikan segenap instansi terkait melakukan upaya untuk meminimalisir dengan berbagai terobosan. Diantaranya yaitu menggunakan sistem online untuk rekomendasi ID Calon TKI (CTKI) yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) maupun Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Jadi nanti ketika ada pemohon paspor untuk bekerja diluar negeri ternyata kita cek di sistem online belum ada rekomendasi atau ID dari Disnaker atau BNP2TKI, kita bisa menolaknya dengan tegas. Karena ketahuan kalau orang itu tidak jujur atau belum meminta rekomendasi dari instansi terkait,” terang Kepala Sub Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi kelas II Wonosobo, Washono diruangannya, Rabu (26/7).

Menurut Washono, sebelumnya kerap terjadi rekomendasi dari instansi terkait yang ternyata palsu karena dibuat sendiri oleh pemohon paspor dan kemudian diajukan sebagai salah satu syarat. Bahkan rekomendasi tersebut, lanjut Washono, tidak menjadikan curiga para petugas imigrasi dalam menerbitkan paspor karena terlihat sama dengan yang asli. “Penggunaan sistem online ini sudah berlaku sejak pertengahan Maret 2017. Hal ini benar-benar membantu kita dalam menyaring pemohon paspor nakal. Terbukti sampai akhir Juli 2017, kami sudah menolak 123 pemohon paspor CTKI berkat inovasi ini,” beber Washono.

Perolehan ID CTKI memalui sistem online tersebut, Menurut Kepala Imigrasi Kelas II Wonosobo, Soeryo Tarto Kisdoyo, tidak hanya untuk CTKI Independen maupun CTKI via Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) saja, melainkan juga untuk CTKI yang melalui program Goverment to Goverment (G to G) seperti magang ke Jepang atau Korea. “Rangkaiannya seperti ini, pemohon paspor yang mau bekerja ke luar negeri salah satu syaratnya harus mendapatkan rekomendasi dari Disnaker maupun BNP2TKI. Ketika sudah mendapat rekomendasi, secara otomatis pemohon tersebut sudah terdaftar dan mendapat ID di sistem online,” ujarnya. Selain itu, Soeryo juga menjelaskan upaya lain pihaknya dalam memperketat penerbitan paspor dengan memperdalam dan mempertajam proses wawancara kepada para calon pelancong, terutama untuk tujuan pergi keluar negeri baik dari pemohon paspor 24 halaman maupun 48 halaman.

Dengan adanya berbagai upaya tersebut, Soeryo meyakini TKI non prosedural atau ilegal di luar negeri dapat berkurang. (Ham/ard/hd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *