Masih Ditemukan Ayam Dipotong Tak Sesuai Standar ASUH Dijual Di Pasar

by -32 views

WONOSoBOZONE – Kesadaran penjual daging ayam terhadap stadar baku mutu daging yang seharusnya memenuhi unsur Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) ternyata masih terhitung rendah. Setidaknya hal itu terlihat ketika tim inspeksi mendadak (Sidak) dari Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wonosobo menyambangi pasar Garung, di H-4 lebaran, atau Rabu (21/6). Dari pantauan bersama petugas pemantau kesehatan hewan dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah serta Camat dan Muspika Garung, sejumlah pedagang diketahui masih menjual ayam yang tidak dipotong secara sempurna sesuai syariat Islam. “Ada setidaknya 7 ekor ayam yang tadi kami temukan tidak dipotong secara sempurna karena masih ada saluran untuk makanan yang belum putus,” terang Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh Sidik Driyono ketika ditemui di sela pemantauan.

Kepada para pedagang, Sidik mengaku langsung menunjukkan ketidaksesuaian tersebut karena hal itu berpengaruh pada standar kehalalan daging. Para pedagang, menurut Sidik tidak paham sejauh mana standar ASUH karena selama ini mereka mempercayakan pemotongan ayam kepada rumah pemotongan hewan. Terkait himbauan agar lebih memperhatikan kualitas hasil penyembelihan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah, para pedagang diakui Sidik cukup kooperatif dan berjanji untuk lebih berhati-hati lagi di masa-masa mendatang. Selain memantau kualitas daging ayam, Sidik menyebut tim Sidak juga mendatangi penjual daging sapi untuk memastikan bahwa daging yang mereka jual merupakan daging sehat, bukan hasil sapi glonggongan maupun mengandung cacing hati. “Untuk daging sapi tidak ada temuan, baik daging yang berkualitas buruk, maupun yang mengandung cacing hati,” tuturnya. Selama dua hari kedepan menjelang Idul Fitri 1438 H, Sidik mengaku masih akan berupaya memantau beberapa pasar lain, seperti Pasar Kaliwiro dan Wadaslintang, demi memastikan pangan bersumber dari hewan yang dikonsumsi masyarakat Wonosobo sudah sesuai standar baku mutu.

Hal serupa juga ditegaskan Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan, Abdul Munir yang turut bersama tim berkeliling di pasar Garung. Tidak hanya cek kualitas daging saja, menurut Munir kini pihaknya memang menuntut para penjual untuk memperhatikan secara seksama unsur halal nya. “Demi keamanan masyarakat, kami mendorong agar penjual produk pangan bersumber dari hewan agar memahami standar ASUH,” tegas Munir. Tak sekedar himbauan semata, tim monitoring daging dikatakan Munir juga memberikan bantuan kepada pedagang untuk menjaga hygienitas daging yang mereka jual ke konsumen. Bentuk bantuan, menurut Munir adalah satu buah celemek berbahan sintentis yanng mudah dibersihkan, serta sebuah pisau stainless berkualitas tinggi untuk memotong daging. “Dengan mengenakan celemek berbahan sintetis ini kotoran mudah dibersihkan, sehingga tidak menimbulkan kotor pada daging, dan pisau yang berkualitas ini untuk mereka agar lebih mudah memotong daging, dan lebih cepat melayani konsumen,” pungkas Munir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *