LAGI, DITEMUKAN  BELASAN JENIS PRODUK MAKANAN MENGANDUNG RHODAMIN B, METIL YELLOW DAN BORAX DI PASAR SAPURAN DAN KERTEK

by -176 views

WONOSOBOZONE – Di hari kedua pantauan Tim Pemantauan dan Pengawasan Kualitas Pangan Pemerintah Kabupaten Wonosobo masih menemukan produk makanan kering yang terindikasi menggunakan zat aditif berbahaya, Rhodamin B, Metanil Yellow dan Borax. Temuan itu terungkap saat melakukan pantauan di Pasar Sapuran dan Pasar Kertek, Rabu (14/06).
Dari pemantauan di beberapa toko dan warung, ditemukan sedikitnya delapan jenis produk makanan kering seperti lanting, kuping gajah, alen-alen, rengginang, boluemprit, wajik, krecek singkong, dan canthir, mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil yang memiliki warna merah yang cukup mencolok. Ada juga produk makan yang mengandung Metanil Yellow (warna kuning mencolok) yang ditemukan pada kuping gajah, serta borax ditemukan dalam Bleng, baik Bleng yang padat maupun cair.
“Makanan kering ini tersebar merata di hampir semua pedagang makanan di pasar ini, bahkan dipasar lain, artinya peredaran produk makanan ini bersumber dari produsen yang sama, yang di edarkan menyeluruh di pasar-pasar yang ada di Wonosobo,” ungkap Ketua Tim, Marwati.
Salah satu pedagang yang ditemui, Siti, mengaku tidak mengetahui apabila makanan yang dijualnya mengandung bahan pewarna berbahaya. Dan mengatakan bahwa konsumen lebih tertarik membeli makanan dengan warna yang menarik. Jika menjual makanan dengan warna yang tidak menarik, biasanya justru tidak disukai konsumen.
Petugas kemudian mengamankan makanan yang terindikasi mengandung Rhomadin B, Metanil Yellow dan Borax tersebut, dengan cara dibeli, dan meminta pedagang untuk tidak lagi menjual makanan tersebut.
“Tujuannya adalah pembinaan. Kami berharap, pedagang juga memiliki kesadaran dan pengetahuan mengenai bahan makanan yang sehat dan layak jual. Namun, petugas juga tidak akan segan membawa pedagang ke ranah hukum apabila tetap menjual makanan dengan tambahan bahan makanan berbahaya,” ucapnya.
Hal ini juga di iyakan Kanit II Reskrim Polres Wonosobo Iptu Samsudin SH, yang ikut juga dalam Tim Pantauan Pengawasan Pangan ini, sesuai dengan program yang tengah di gencarkan Polres Wonosobo tentang Pemberantasan Mafia Pangan.
Marwati mengatakan, masih banyaknya pedagang yang menjual makanan kering yang mengandung tambahan bahan makanan berbahaya seperti Rhodamin B, Metanil Yellow dan borax ini karena permintaan masyarakat juga masih tinggi. Apalagi di saat bulan Ramadhan dan jelang hari raya Idul Fitri seperti sekarang ini, peredaranya sangat luarbiasa karena tingginya permintaan.
Pemerintah sendiri sebenarnya sudah melakukan upaya untuk memutus rantai peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya ini. Namun, jika masyarakat tetap membelinya, maka upaya tersebut tidak akan membuahkan hasil tentunya.
Dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat yang mengonsumsi makanan dengan bahan pewarna berbahaya tidak akan dirasakan dalam jangka pendek, namun baru akan dirasakan dalam jangka panjang seperti munculnya penyakit kanker hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *