PASAR MURAH JELANG LEBARAN 2017

by -30 views

WONOSOBOZONE – Ratusan orang dari berbagai Desa,Kelurahan di Kecamatan Wonosobo, Selasa(13/6) memadati komplek gedung Korpri, demi mendapat sembako murah. Komoditas pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, sampai mie kering, kecap dan tehmenjadi sasaran pembelian warga, karena secara harga jauh lebih murah dari harga pasar.Pemerintah Kabupaten Wonosobo, melaluiBagian Perekonomian Setda bekerjasama dengan DWP Kabupaten Wonosobo, selama 1hari menyediakan komoditas pokok tersebut demi meringankan beban masyarakatberpenghasilan rendah, khususnya dalam menghadapi momen lebaran mendatang.

Asisten Perekonomian danPembangunan Setda, Sumedi, mengakui upaya menyediakan sembako dengan harga jauh di bawah harga pasar merupakan agenda tahunan yang digelar setiap Ramadhan. “tujuannya untuk memudahkan dan meringankan warga masyarakat berpenghasilan rendah memenuhi kebutuhan pokoknya, sehingga mereka juga bisa lebih tenang menjalani puasa, dan lebih siap menghadapi momentum hari raya IdulFitri,” jelas Sumedi.

Selain untuk meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah, pasar murah ini juga merupakan rangkaian kegiatan persiapan lebaran tahun 2017, yang terkait dengan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga-harga kebutuhan pokok masyarakat di daerah, sebagai upaya dam pengendalian inflasi daerah (TPID). “pada pasar murah kali ini Pemerintah menyediakan 800 paket sembako, seharga 100 ribu tiap paketnya dan dijual kepada masyarakat seharga 50 ribu/paket, dengan tiap keluarga sasaran hanya diperbolehkan membeli 1 paket dengan sistem kupon serta membawa identitas diri” pungkas Sumedi.

Sementara Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, saat membuka pasar murah menyampaikan bahwa pasar murah ini sedikit banyak sebagai upaya untuk meringankan beban Masyarakat Wonosobo, khususnya yang berdaya beli rendah, dalam memenuhi kebutuhan pokoknya menjelang lebaran. Tidak dapat dipungkiri, bahwa realita yang terjadi di lapangan, harga barang-barang termasuk kebutuhan pokok masyarakat, semakin naik di saat-saat menjelang hari raya ini. Hal ini tentunya semakin menyulitkan bagi sebagian kalangan masyarakat kita. Eko juga berharap tujuan penyelenggaraan pasar murah ini dapat tercapai dan tepat sasaran, oleh karena itu dihimbau kepada bapak atau ibu dan masyarakat yang berpenghasilan cukup atau saudara Pengurus Dharma Wanita dan para istri PNS, apalagi yang berpenghasilan lebih agar tidak ikut-ikutan membeli sembako di pasar murah apalagi melakukan pembelian dalam jumlah banyak atau borongan, karena hal tersebut akan dapat merugikan para pihak yang semestinya lebih berhak mendapatkan subsidi pasar murah.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo, melalui bagian Perekonomian Setda di tahun 2017 ini menyelenggarakan kegiatan pasar murah menjelang Lebaran di 8 wilayah kecamatan kategori miskin Prioritas 1 dan Prioritas 2, yang meliputi Kecamatan Kepil, Sapuran, Kalikajar, Wadaslintang, Kaliwiro, Kalibawang, Garung dan Kecamatan Wonosobo, dengan tiap kecamatan disediakan 800 paket, jadi total 6.400 paket untuk 8 Kecamatan. Selain itu Pemerintah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM juga akan menyelenggarakan pasar rakyat yang menyediakan 1.050 paket sembako murah yang dijual kepada masyarakat. Dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah juga mendistribusikan paket sembako murah kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Wonosobo sebanyak 400 paket.

“Ke depan tentunya kita semua berharap agar kegiatan pasar murah ini dapat lebih memadai, sehingga tidak hanya diselenggarakan di 8 kecamatan saja, melainkan dapat dilaksanakan menyentuh semua lokasi Kecamatan maupun Desa, sehingga lebih ada pemerataan” pungkas Eko Purnomo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *