PANEN DEMPLOT PADI DESA TIMBANG LEKSONO

by -109 views

WONOSOBOZONE – Sebagai usaha untuk terus meningkatkan swasembada pangan khususnya padi, berbagai upaya terus dilakukan oleh Dinas Pertanian melalui PPL nya dan petani. Salah satunya melalui penanaman demplot padi jenis barito di Desa Timbang Kecamatan Leksono dengan perlakuan khusus.

Perlakuan khusus yang dilaksanakan pada demplot padi jenis barito di Desa Timbang, ialah dengan pola tanam jajar legowo dan bekerjasama dengan pupuk Kaltim untuk pemberian pupuk hayati pada tanah. Demikian disampaikan koordinator PPL Dinas Pertanian Kecamatan Leksono, Priyatno, pada panen demplot padi di desa Timbang Kecamatan Leksono, Rabu (7/6).

Priyatno juga menyampaikan bahwa pemberian pupuk hayati ini berdampak pada kesuburan tanah, itu dapat dilihat dari hasil panen yang lebih meningkat. Dari hasil panen yang dilaksanakan kali ini diperoleh 5,053 kg/ubin, jadi untuk 1 hektar lahan menghasilkan sekitar 8 ton padi. ”Itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan penanaman biasa atau tanpa perlakuan khusus, dimana untuk jenis padi yang sama dan luasan lahan yang sama hanya menghasilkan sekitar 6 ton padi” pungkas priyatno.

Sementara pada kesempatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Wonosobo, Abdul Munir, menyampaikan bahwa hasil panen yang didapat sekarang meski sudah meningkat perlu dievaluasi lagi, baik dari segi pola tanam, pengairan, perlakuan pada tanaman, agar hasilnya lebih meningkat dan lebih optimal lagi.

Abdul Munir juga menambahkan bahwa pola tanam padi yang sekarang telah dilaksanakan yaitu dengan jajar legowo dinilai lebih meningkatkan hasil panen. Tetapi sekarang harus lebih ditingkatkan lagi yaitu dengan pola jajar legowo super (Jarwo Super), agar hasil panen lebih meningkat lagi. “semoga hasil panen demplot padi kali ini, yang sudah meningkat hasilnya bisa menjadi contoh bagi petani lain, agar para petani bisa ikut mensukseskan program pemerintah yaitu Upsus Pajale” pungkas Abdul Munir.

Perwakilan dari Pupuk Kaltim, Eko Sumardiyono, pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa penambahan pupuk hayati untuk pertanian dan perkebunan saat ini boleh dikatakan wajib, untuk meningkatkan produktivitas tanaman yang semakin menurun akibat terganggunya mikrobiologi, kimia dan fisika tanah. Terganggunya ketiga unsur tanah tersebut diakibatkan pemakaian obat obatan, pupuk anorganik yang berlebihan, tidak adanya pola bergilir tanaman dan kesempatan istirahat tanah. Oleh karena itu pupuk Kaltim yang merupakan mitra Pemerintah, melalui pupuk hayati Ecofert yang mengandung 3 bakteri dan 1 jamur yang berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah,”diharapkan bisa membantu petani untuk lebih meningkatkan hasil pertaniannya” jelas Eko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *