Ini Kisah Bocah SD Yang Jadi Buruh Pencari Rumput Untuk Hidupi Ayahnya Yang Lumpuh

by -19 views

WONOSOBOZONE – Sosok Agus Makmun mungkin tidak jauh berbeda dari kebanyakan anak seusianya saat berada di sekolah. Namun semua berubah saat bocah 13 tahun ini pulang sekolah. Dari seorang anak sekolahan, bocah ini kemudian menjelma menjadi buruh pencari rumput dan meninggalkan masa bermainnya.

Bagaimana tidak, dirinya bersama sang kakak, Hanafi (16 th) harus menjadi tulang punggung keluarga karena sang ayah sudah menderita lumpuh sejak Agus berusia 2 tahun. Mahyono, sang ayah hanya bisa terduduk di atas kursi roda tanpa sanggup berbuat apa-apa akibat lumpuh yang dideritanya sejak 11 tahu lalu. Sementara sang ibu, telah memutuskan bercerai pasca lumpuhnya sang ayah. Hingga akhirnya, Agus Makmun dan sang kakak dirawat oleh keluarga sang ayah hingga masuk SD. Sejak saat itu, hanya kedua kakak beradik itu yang berjuang menghidupi keluarga dengan menjadi buruh pencari rumput.

Wakapolsek Garung Ipda Nur Wahyu Wibowo yang ditemui seusai memberikan bantuan sembako kepada keluarga tersebut, Senin (5/6) siang menuturkan jika kondisi keluarga tersebut memang cukup memprihatinkan. “Rumahnya semi permanen yang terbuat dari papan dengan kandang kambing yang ada di dalam rumah. Sebelum diberikan bantuan berupa kursi roda oleh Pemerintah Kecamatan Garung pada tahun 2016, sang ayah, Mahyono hanya bisa terbaring lemah di kamar,” katanya.

“Untuk kebutuhan sehari-hari, kedua kakak beradik itulah yang berupaya memenuhi kebutuhan. Hingga akhirnya beberawa waktu yang lalu, sewaktu Polsek Garung melakukan pendataan warga kurang mampu, diketahuilah hal tersebut oleh kami,” lanjut Ipda Nur Wahyu.

“Untuk sementara, kami hanya bisa memberikan bantuan berupa sembako untuk sekedar meringankan. Namun untuk kedepan, kami bersama Muspika Garung merencanakan akan ada program khusus untuk membantu keluarga ini. Setidaknya agar Agus Makmun dan kakaknya tetap bersekolah,” terang Wakapolsek Garung.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Garung, Yuli Triyono, membenarkan situasi yang dihadapi Agus Makmun dan keluarga. “Kejadiannya tahun 2016, Mahyono jatuh di ladang dan mengalami kelumpuhan. Setahun kemudian, istrinya mengajukan cerai dan kini telah menikah lagi. Sejak saat itu, Agus Makmun dan Hanafi dirawat oleh keluarga dekat Mahyono,” katanya.

“Hingga akhirnya keduanya bisa bekerja sebagai pencari rumput untuk memenuhi kebutuhan hidup, meski terkadang juga dibantu tetangga dan saudara,” jelas Yuli.

Kisah Bocah SD Yang Jadi Buruh Pencari Rumput Untuk Hidupi Ayahnya Yang Lumpuh

Wonosobozone​ – Sosok Agus Makmun mungkin tidak jauh berbeda dari kebanyakan anak seusianya saat berada di sekolah. Namun semua berubah saat bocah 13 tahun ini pulang sekolah. Dari seorang anak sekolahan, bocah ini kemudian menjelma menjadi buruh pencari rumput dan meninggalkan masa bermainnya.

Bagaimana tidak, dirinya bersama sang kakak, Hanafi (16 th) harus menjadi tulang punggung keluarga karena sang ayah sudah menderita lumpuh sejak Agus berusia 2 tahun. Mahyono, sang ayah hanya bisa terduduk di atas kursi roda tanpa sanggup berbuat apa-apa akibat lumpuh yang dideritanya sejak 11 tahun lalu. Sementara sang ibu, telah memutuskan bercerai pasca lumpuhnya sang ayah. Hingga akhirnya, Agus Makmun dan sang kakak dirawat oleh keluarga sang ayah hingga masuk SD. Sejak saat itu, hanya kedua kakak beradik itu yang berjuang menghidupi keluarga dengan menjadi buruh pencari rumput.

Wakapolsek Garung Ipda Nur Wahyu Wibowo yang ditemui seusai memberikan bantuan sembako kepada keluarga tersebut, Senin (5/6) siang menuturkan jika kondisi keluarga tersebut memang cukup memprihatinkan. “Rumahnya semi permanen yang terbuat dari papan dengan kandang kambing yang ada di dalam rumah. Sebelum diberikan bantuan berupa kursi roda oleh Pemerintah Kecamatan Garung pada tahun 2016, sang ayah, Mahyono hanya bisa terbaring lemah di kamar,” katanya.

“Untuk kebutuhan sehari-hari, kedua kakak beradik itulah yang berupaya memenuhi kebutuhan. Hingga akhirnya beberawa waktu yang lalu, sewaktu Polsek Garung melakukan pendataan warga kurang mampu, diketahuilah hal tersebut oleh kami,” lanjut Ipda Nur Wahyu.

“Untuk sementara, kami hanya bisa memberikan bantuan berupa sembako untuk sekedar meringankan. Namun untuk kedepan, kami bersama Muspika Garung merencanakan akan ada program khusus untuk membantu keluarga ini. Setidaknya agar Agus Makmun dan kakaknya tetap bersekolah,” terang Wakapolsek Garung.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Garung, Yuli Triyono, membenarkan situasi yang dihadapi Agus Makmun dan keluarga. “Kejadiannya tahun 2006, Mahyono jatuh di ladang dan mengalami kelumpuhan. Setahun kemudian, istrinya mengajukan cerai dan kini telah menikah lagi. Sejak saat itu, Agus Makmun dan Hanafi dirawat oleh keluarga dekat Mahyono,” katanya.

“Hingga akhirnya keduanya bisa bekerja sebagai pencari rumput untuk memenuhi kebutuhan hidup, meski terkadang juga dibantu tetangga dan saudara,” jelas Yuli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *