Kecamatan Wonosobo Luncurkan Bank Sampah KECAKOTA

by -20 views

WONOSOBOZONE – Peringatan Hari Lingkungan Hidup menginspirasi jajaran pegawai di Kecamatan Wonosobo untuk mulai mengelola sampah di sekitar tempat kerja mereka agar lebih bernilai ekonomi. Demi memudahkan pengelolaan sampah tersebut, Selasa (6/6) Camat Wonosobo, Zulfa Ahsan Alim meluncurkan Bank Sampah OPD Kecakota. “Ini merupakan wujud komitmen kami untuk menciptakan lingkungan yang bersih, budaya hidup bersih serta tata kelola sampah yang baik di lingkup OPD,” ungkap Zulfa seusai penyerahan secara simbolis buku tabungan sampah dan kantong penampung sampah kepada jajaran karyawan Kecamatan. Kecakota sendiri, diterangkan Zulfa merupakan akronim dari Kebersihan Cermin Abadi Kota Kita.

Inisiatif untuk meluncurkan Bank Sampah OPD, diakui Zulfa tak lepas pula dari rasa prihatin pihaknya terhadap banyaknya jenis sampah yang sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan benar. “Sampah saat ini begitu banyak menumpuk dan hanya teronggok di sudut-sudut area perkantoran menunggu diambil petugas sampah atau dibakar begitu saja,” tuturnya. Dengan telah terbentuknya Kecakota, yang juga dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK) Camat Nomor 412/155/V/2017 tentang pembentukan Bank Sampah, Zulfa mengaku optimis budaya membiarkan sampah akan berganti dengan budaya baru, yaitu memanfaatkan sampah. Secara sederhana, ia mencontohkan kegiatan-kegiatan dinas di lingkup Kecamatan yang seringkali juga melibatkan konsumsi untuk para peserta, baik berupa makanan dalam kotak maupun minuman kemasan. “Sampah-sampah tersebut apabila dipilah masih mampu menghasilkan rupiah, karena baik kertas bekas atau plastik bekas bisa didaur ulang dan bahkan seringkali produk hasil daur ulang limbah itu nilai ekonominya cukup tinggi,” lanjut Zulfa.

Jajaran karyawan maupun karyawati di lingkup Kecamatan Wonosobo, ditegaskan Zulfa telah memahami hal ini, sehingga ke depan mereka siap menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Keberadaan bank sampah, menurut Zulfa juga untuk memotivasi pegawai untuk berlomba menabung sebanyak mungkin sampah, karena setiap dari mereka kini sudah memegang sendiri buku tabungannya. Dengan semakin banyak sampah yang ditabung, saldo di buku tabungan pun dikatakan Zulfa akan semakin bertambah. Efek positif lain dari diluncurkannya bank sampah, menurutnya adalah harapan terhadap kembalinya Adipura ke Kota ASRI. “Seluruh elemen OPD Pemkab beserta masyarakat kami harapkan bisa turut berperan secara aktif dalam gerakan My Darling (Masyarakat Sadar Lingkungan) agar Adipura benar-benar dapat kita raih kembali, karena biasanya pada bulan Juni-Juli penilaian Adipura dilakukan,” pungkasnya.

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo)