Memakmurkan Masjid Dan Masyarakat Lewat ROTS

by -19 views

WONOSOBOZONE – Ramadan on the Street (ROTS) yang digelar sejak hari pertama puasa di komplek masjid Al Mansur kampung Kauman Wonosobo menjadi ajang memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan masyarakat. Berawal dari hanya belasan pedagang yang tercatat di tahun pertama dan kini mencapai hampir 80 pedagang pada tahun ke 5, suasana halaman masjid dan sepanjang jalan kauman menjadi hidup serta terjadi peningkatan penghasilan bagi para pemilik lapak yang mayoritas ibu rumah tangga.

“Selain dimaksudkan untuk memakmurkan masjid dari berbagai kegiatan ibadah mahdhah, juga kegiatan sosial kemasyarakatan. Sejak hari pertama dibuka dengan penampilan kultural yang mengundang umat Budha Kalikajar dengan barongsai dan juga rebana serta kesenian Bengilun yang islami menjadi symbol kerukunan umat beragama. Para ibu dan remaja kampung kini bisa belajar berdagang mulai dari yang sederhana seperti takjil,” tutur Akhmad Baehaki panitia ROTS.

Omzet harian yang didapatkan dari gelaran ROTS diperkirakan lebih dari Rp25 juta per harinya dari seluruh pedagang. Belum lagi dengan adanya berbagai acara yang digelar tiap harinya untuk meramaikan panggung hiburan yang ada di tengah-tengah lokasi lapangan Basket.

“Selain penampilan musik dari sponsor, ada pula talkshow, fashion show, serta lomba-lomba oleh komunitas lokal. Adapun pengaturan waktu kegiatan harus menyesuaikan dengan jadwal ibadah salat sehingga tidak mengganggu adzan yang berkumandang. Musik ataupun keramaian harus berhenti menjelang berbuka yang ditandai murattal,” imbuh Haki.

Menurut Haki yang juga penggiat Gusdurian Wonosobo, sisi pemberdayaan masyarakat terlihat amat kental, terbukti dengan terlibatnya para pemuda kampung dan remaja masjid dalam pengorganisasian ROTS sejak kali pertama diadakan.

“Ini untuk ajang kegiatan para pemuda, sekaligus latihan berorganisasi secara langsung dan terjun bersama masyarakat. Mereka yang setiap hari menarik retribusi tempat dan mengecek kondisi dagangan,” pungkas Haki.

Selain para pemuda, warga sekitar juga diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menampilkan kesenian lokal sehingga semua kalangan mendapat tempat mengekspresikan diri.

“Agenda-agenda anak muda seperti Ngabuburock yang diisi dengan musik rock dipusatkan pada hari Minggu. Selain itu, agenda yang ada di depan(ROTS) tidak mengganggu agenda rutin yang sudah dijadwalkan di Masjid seperti pengajian mingguan,” kata Khoirul penggiat komunitas Wonosobo Rock Community.