Istri Gusdur Himbau Warga Pelihara Dan Perkuat Kebhinekaan

by -27 views
WONOSOBOZONE – Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah mengajak serta menghimbau masyarakat Wonosobo untuk memelihara bahkan memperkuat Kebhinekaan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan sahur bersama di Masjid As-Suja’iyah, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Senin dini hari (5/6). Sinta menyebut ibadah puasa juga bisa dijadikan sarana untuk semakin menggenggam erat nilai demokrasi dan kebinekaan. “Puasa jangan hanya dijadikan ibadah tahunan, dan jangan untuk menggugurkan kewajiban tanpa memahami makna puasa yang sesungguhnya. Namun bisa kita maksimalkan untuk menjaga kerukunan,” ujarnya.
Sinta menambahkan, puasa mengajarkan moral dan budi pekerti yang luhur sekaligus mengajarkan kesabaran, kejujuran, saling menghargai, menghormati, tolong-menolong, dan saling merasakan penderitaan orang lain untuk berbagi rezeki yang kemudian bermuara pada terjalinnya persaudaraan, bahkan dalam taraf berbangsa dan bernegara. Namun disisi lain, Sinta menguraikan kondisi negara saat ini sangat mengkhawatirkan. Terlihat dari sejumlah kejadian yang menimpa NKRI hingga melunturkan Bineka Tunggal Ika. “Jika kita mengamalkan arti puasa yang sebenarnya bukan cuma kita mendapatkan pahala yang berlipat, namun sekaligus berperan dalam merawat NKRI,” jelasnya.
Sembari memperingati hari lahir Pancasila, Sinta berkomentar terkait kondisi negara saat ini. Ia menyebut pihaknya melihat sikap saling membenci, menghujat, dan saling menyalahkan atas dasar agama yang terjadi menunjukkan bahwa keberagamaan di Indonesia belum merasuk ke dalam hati nurani, melainkan baru sebatas kulitnya saja. “Keberagamaan juga harus dipertajam, dipertebal keimanannya. Dengan berpegang pada ajaran agama dan diharapkan tidak gampang diprovokasi,” ungkap Shinta.
Selain itu, Sinta menekankan bahwa pancasila bukan hanya untuk dihafalkan atau dipajang di dinding rumah, melainkan juga harus diamalkan dalam kehidupan nyata. “Karena Pancasila dirumuskan oleh pendiri menyesuaikan adat dan budaya masyarakat Indonesia. Jadi semuanya sudah tercantum dalam Pancasila itu sendiri. Sudah pas sekali kalau Pancasila jadi dasar negara, falsafah, dan pegangan hidup untuk berbangsa dan bernegara,” tegas Sinta.
Ajakan beserta Himbauan disambut secara positif oleh ketua panitia kegiatan, Achmad Baehaqi. Pria yang akrab dengan sapaan Haqi tersebut mengaku pihaknya akan berupaya untuk memberikan sumbangsih terhadap keutuhan NKRI. “Jika kita mengamalkan arti puasa yang sebenarnya bukan cuma kita mendapatkan pahala yang berlipat, namun sekaligus berperan dalam merawat NKRI,” ujarnya.
Haqi menuturkan, kegiatan sahur bersama Sinta Nuriyah adalah agenda rutin tahunan yang telah digelar saat Bulan Ramadhan. Sahur bersama kali ini, lanjut Haqi merupakan kali ke-11 yang digelar pihaknya. Sedangkan diadakannya acara sahur bersama Sinta Nuriyah dimaksudkan untuk membangun kerukunan, membangun toleransi dan meningkatkan kebinekaan yang ada di Wonosobo. “Ratusan warga Wonosobo dari berbagai unsur dan berbagai agama ikut meramaikan acara sahur bersama Sinta. Kami mengucapkan terima kasih atas kondusivitas antarumat di Wonosobo, semoga dengan kedatangan ibu Sinta memberikan pencerahan dan semakin mantapkan kita untuk hidup ber-Bineka Tunggal Ika,” pungkasnya. (Ard)