Soal Raskin, Wagub Imbau Kades Jangan Nakal

by -19 views
WONOSOBOZONE – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko meminta dengan tegas, agar penyaluran Beras untuk Rakyat miskin benar-benar dialokasikan sebagaimana mestinya. Para Kepala Desa, sebagai pemimpin sekaligus Manajer dalam Pemerintahan di setiap Desa dituntut jeli serta serius dalam pengelolaan distribusi beras bersubsidi tersebut. “Di Wonosobo ini, saya meyakini tidak ada Kades yang nakal soal distribusi raskin,” ujar Heru saat menyampaikan materi sebagai salah satu pembicara dalam seminar bertema pemberdayaan desa sebagai sarana pengentasan kemiskinan, dan peningkatan serta perluasan lapangan kerja, di auditorium Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) Wonosobo, Sabtu (3/6).
Dalam seminar yang digelar Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol) tersebut, Heru mengakui praktik penyelewengan raskin di desa-desa mudah dilakukan. Tak hanya Kades, raskin menurut Wagub juga bisa dijadikan ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan bagi orang-orang kaya. “Biasanya biar cepat cair itu raskin dibeli saja dulu, kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi oleh oknum-oknum pemilik duit banyak,” beber Heru. Hal itu, menurutnya sudah tidak semestinya dilakukan lagi, mengingat sekarang tuntutan terhadap pemberdayaan masyarakat desa kian kuat. “Kades juga dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri, karena sekarang harus mengelola Dana desa yang relatif cukup besar,” tegasnya. Para Kepala desa, menurut Wagub harus mampu berpikir lebih jernih, sehingga pemanfaatan Dana desa sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Dengan kapasitas sumber daya manusia yang baik, Dana desa diakui Heru bakal mampu meningkatkan kesejahteraan warga, termasuk di dalamnya derajat kesehatan dan pendidikannya. “Gunakan Dana desa untuk seoptimal mungkin mendorong potensi-potensi yang ada agar berkembang, sehingga tercipta pula peluang kerja bagi warga masyarakat,” tandasnya. Setiap Kepala desa, menurut Heru memiliki tanggung jawab akan hal pokok itu, sehingga kedepan cita-cita untuk mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan anggaran desa bisa terwujud sesuai harapan.
Imbauan serupa juga disampaikan pebisnis kayu sukses asli Wonosobo, H Aryadi. Hadir selaku narasumber setekah Wagub, Aryadi meyakinkan ratusan Kades yang diundang sebagai peserta seminar, untuk berupaya lebih keras mengoptimalkan potensi desa. “Kuncinya ada pada semangat pantang menyerah dan melihat peluang sekecil apapun, sehingga upaya until membuka kesempatan kerja bagi warga masyarakat akan muncul,” terang Aryadi. Ia mencontohkan bagaimana awal bisnis kayunya dibangun, sehingga kini berkembang pesat dan bahkan mampu menembus pasar ekspor. Tanpa semangat dan keteguhan niat untuk maju, Aryadi mengakui hal itu mustahil terjadi. “Proses jatuh bangun juga harus dialui, tentu dengan kesabaran dan ketekunan, sehingga jalan keluar segala permasalahan pasti ada,” pungkasnya.
(Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Wonosobo)