Tepis Persekusi, Dandim Himbau Peran Aktif Toga dan Tomas Jaga Kebhinekaan

by -16 views
WONOSOBOZONE – Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Czi Dwi Hariyono mengajak  mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ada di Wonosobo untuk selalu saling hormat menghormati, menjaga solidaritas serta menjadikan ideology negara, yakni Pancasila dan kebhinekaan yang dimiliki sebagai perekat, untuk memperkuat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan juga kesatuan antara masyarakat di Kabupaten Wonosobo. “Kami mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat seperti para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keutuhan Pancasila,” ujar Dandim yang bertindak sebagai pemimpin upacara dalam rangka memperingati Hari lahirnya Pancasila, di halaman Makodim 0707/Wonosobo, Kamis (1/6).
Menurut Dandim, Kebhinekaan Indonesia saat ini tengah diuji. Tantangan bagi Toga dan Tomas beserta masyarakatpun semakin lama semakin berkembang dan kompleks. Dia mengingatkan tantangan yang merongrong keutuhan NKRI tidak hanya dari datang dari luar bahkan datang dari dalam negeri. Diantaranya seperti radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara, bahkan persekusi yang tengah gencar baru-baru ini. Hal tersebut, lanjutnya, yang dapat memicu terjadinya perpecahan bangsa. “Apapun latar belakang kita, baik itu suku, ras, agama maupun golongan, kita tetap harus satu, yakni satu bangsa Indonesia. Dan bangsa yang besar itu adalah bangsa yang saling menghormati dalam perbedaan. Menjunjung tinggi kebhinekaan dan semangat toleransi,” tegasnya.
Ditambahkan Dandim, bahwa kebhinekaan tersebut merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang harus didayagunakan sebagai potensi untuk pembangunan dalam mempercepat terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan bermartabat. “Kita semua, memiliki kewajiban dan tanggungjawab untuk memelihara kebhinekaan itu, sehingga kita mampu memberikan kontribusi dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Khususnya pembangunan di Kabupaten Wonosobo ini, “ imbuhnya.
Masalah tersebut, sebut Dandim, semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong. Dandim berharap masyarakat saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. “Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. Ard