Komisi A : Fenomena Mabuk Komix di Wonosobo perlu Perhatian

by -29 views
Ilustrasi : bantenterkini.com

WONOSOBOZONE – Penyalahgunaan obat batuk cair yang biasa di jual di warung – warung sedang merebak di kalangan remaja pelajar di berbagai Kota, tak terkecuali Kota Asri Wonosobo. Sehingga membuat anggota DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro angkat bicara tentang hal tersebut. Menurutnya penggunaan obat batuk yang termasuk obat generik untuk mabuk – mabukan atau sebagai pengganti minum keras itu merupakan fenomena yang sangat meresahkan dan perlu perhatian dari pemerintah. Oleh karenanya anggota DPRD komisi A itu pun mendesak pihak-pihak​ terkait agar segera menangani persoalan tersebut.

“Minum obat batuk dengan dosis tinggi hingga mabuk kini jadi tren pada remaja SMP, ini perlu perhatian dari dinas kesehatan mengingat obat tersebut harganya murah sehingga dengan mudah didapatkan,” ujarnya saat menghadiri Pertemuan multistakeholder
FGD dalan merancang kebijakan bagi peningkatan jangkauan dan layanan JKN di Kab Wonosobo (29/5) di Aula Dinas Kesehatan Wonosobo.

Perasaan miris juga dilontarkan oleh Jurnalis salah satu media cetak di Wonosobo, Erwin Abdilah. Menurutnya, kebiasaan negatif itu kerap dijumpai pada anak muda yang kerap nongkrong di tempat-tempat sepi. Oleh karenanya fenomena penyalahgunaan obat batuk cair kemasan sachet itu memang perlu menjadi perhatian serius dari aparat keamanan dan instansi terkait.

“Dengan fenomena ini mesti digalakan sosialisasi terhadap sekolahan tentang bahaya penggunaan obat terlarang,” tandas Erwin.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Wonosobo Jumaidi segera akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkhusus para pemilik warung agar dapat bersama – sama melakukan pengawasan demi terjaganya generasi bangsa.

Dilansir dari kaliandanews.com, Mengkonsumsi obat batuk komix berlebihan akan mengakibatkan penyakit kulit seperti terbakar dan melepuh, gagal hati dan ginjal bahkan dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah sehingga berujung pada kematian.