Antusiasme Cek IVA Tinggi, Angka Penderita Bertambah Tiap Tahun

by -19 views

WONOSOBOZONE – Lebih dari 300 peserta terlihat memadati komplek Puskesmas Selomerto 1 untuk mengikuti pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) deteksi dini kanker leher Rahim atau serviks dan deteksi kanker payudara, Kamis (23/2). Menurut Dr Isninur Harjanto, kepala Puskesmas Selomerto, target awal peserta sebanyak 200 orang dari kecamatan Selomerto dan sekitarnya. Tetapi mendekati hari pelaksanaan, jumlah pendaftar sudah melebihi 300 orang sehingga ditutup. Bahkan informasi yang disebarkan melalui bidan desa dan tenaga kesehatan di setiap desa diangap efektif, selain dibantu dengan media sosial.

“Karena jumlah pendaftar sudah melebihi target kami menilai agenda ini berhasil. Animo masyarakat semakin bagus untuk peduli kesehatannya dan hari ini ada 7 meja pemeriksaan. Selain peringatan hari kanker sedunia, kami juga memberi sosialisasi serta motivasi pada masyarakat untuk peduli dan deteksi dini gejala kanker leher Rahim dan payudara yang rentan menyerang para wanita,” kata dr Isninur.

Senada, saat membuka agenda, ketua TP PKK Fairuz Eko Purnomo, juga berpesan pada para peserta untuk menjaga pola hidup sehat. Temuan penderita kanker serviks di Wonosobo tergolong cukup banyak dengan kisaran 90 orang positif di tahun 2015 lalu. Sedangkan pada 2016 ada 32 kasus kanker, dengan 6 kasus Serviks dan lebih dari 20 kanker Payudara.

“Untuk mengatasi atau mencegah bisa lewat pola hidup sehat selain deteksi dini.dengan mengonsumsi asupan nutrisi sehat dan seimbang serta olahraga bisa meminimalisir resiko. Selain juga cek kesehatan rutin dan mengikuti tes IVA seperti hari ini. Selain itu terapkan pola hidup CERDIK,” kata Fairuz di hadapan peserta dan SKPD terkait.

Dijelaskan Fairuz,CERDIK merupakan singkatan dari Cek kondisi kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kendalikan Stress. Selain itu Fairuz juga mengimbau kepada peserta untuk menghindari pemakaian zat tambahan seperti MSG dalam masakan.

“Selain peringati hari kanker juga hari kartini. Untuk yang belum pernah ikut agar diprioritaskan dan semoga tidak ditemukan, jika ada gejala bisa ditangani lebih dini,” pesan Fairuz.

Selain itu, dr Okie Hapsoro, kepala Dinas Kesehatan juga berpesan agar masyarakat tidak segan untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau faskes terdekat. Mengingat puskesmas saat ini jauh lebih baik dan banyak perubahan menjadi tempat yang diharapkan bisa menjadi rujukan pertama yang bisa diandalkan warga. (Adl)