Masjid Jawahirul Akbar Kalianget, Masjid Unik Berfasilitas Air Hangat Alami

by -306 views

WONOSOBOZONE – Jika jalan-jalan ke Kabupaten Wonosobo, tidak afdol rasanya apabila tak menginjakkan kaki ke masjid Jawahirul Akbar Kalianget. Masjid yang terletak di Kelurahan Kalianget Kec.Kab. Wonosobo ini memiliki fasilitas yang berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya. Yaitu air wudhu dengan air hangat dan pemandian air hangat yang juga bisa dijadikan sebgai terapi kesehatan.

Masjid yang masih dalam tahap renovasi ini memiliki keunikan dan sejarah tersendiri. Sisi uniknya, merupakan masjid satu-satunya yang ada di Jawa bahkan Indonesia yang memiliki air wudhu hangat, tempat berendam hangat dan segala sesuatu tentang air hangat. Sedangkan sejarahnya, dibangun oleh para Kyai besar yang berasal dari kawasan Kalianget pada tahun 1900-an. Bahkan sempat ada Kyai yang meninggal ditembak penjajah usai membangun masjid ini. Karena usianya yang sangat tua, beberapa bagian masjid ini sudah tidak utuh alias rusak. Pada tahun 2007, masjid ini direnovasi dengan menambahkan seni arsitektur yang indah. Sampai saat ini, masjid Jawahirul Akbar Kalianget renovasinya belum seutuhnya selesai, yakni baru sekitar 80%. “Dulu awal renovasi mendapat bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Wonosobo untuk Pralonisasi sekitar 1,5 kilometer. Sedangkan masjidnya dibangun dari swadaya masyarakat dan infaq pengunjung mencapai 3,7 Milyar. Sampai saat ini pembangunan masih terus berjalan tanpa mengganggu aktifitas masjid,” urai Sekretaris Takmir Masjid Jawahirul Akbar Kalianget, Ahmad Ridho.

Meskipun belum rampung seutuhnya, kunjungan wisatawan yang datang di Wonosobo dari luar daerah ke masjid tersebut bisa dikatakan cukup ramai. Terlebih pada akhir pekan maupun hari libur nasional, pengunjung mampu mencapai berkali-kali lipat dibandingan dengan hari biasa. Kondisi itu lantaran letak masjid cukup strategis, berada di sisi kiri jalan raya arah Kawasan Wisata Dieng, tepatnya di Jalan KH Abdurrahman Wahid, Wonosobo. “Air hangat yang ada di masjid kami ini sebenarnya yang menjadi daya tarik tersendiri oleh para wisatawan yang berkunjung. Banyak orang menyebut belum ke Wonosobo kalau belum mampir ke masjid ini,” tambah Ridho.

Untuk detail dari masjidnya sendiri, terdapat dua pintu masuk pada masjid ini. Satu di timur dan satu lagi di selatan. Dinding barat dan utara nya dihiasi ukiran tulisan dan bentuk-bentuk geometri. Sementara dindingnya hampir secara keseluruhan dibangun dari bebatuan marmer. Sedangkan air hangat yang menjadi ikon masjid tersebut bersumber dari Dusun Manggisan Desa Mudal Kec. Mojotengah, berada 1,5 kilometer dari lokasi masjid. Air hangat dari sumber mata air tersebut dialirkan ke lokasi tempat wudhu dan pemandian masjid menggunakan pipa air.

Pendapat Ulama Tentang Wudhu Dengan Air Hangat

Salah satu Ulama asal Wonosobo yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majlis Ulama’ Indonesia (MUI) wilayah Wonosobo, Toharotun mengatakan berwudhu dengan air hangat yang dipanaskan secara buatan hukumnya makruh, namun diperbolehkan. Sedangkan air hangat yang ada di Masjid Jawahirul Akbar ini, merupakan bentuk alami yang disajikan oleh alam untuk dimanfaatkan umat manusia. “Jadi untuk masjid unik yang satu ini, secara syari’at diperbolehkan, karena semuanya alami. Terlebih air hangat di wilayah tersebut sangat melimpah. Akan sangat disayangkan apabila tidak dimaksimalkan penggunaannya. Namun kami tetap akan mengkaji lebih dalam terkait hal ini,” ujar Pria yang akrab dipanggil Toha kepada Wonosobozone.com ketika dihubungi via telepon genggam.

Namun disisi lain, Toha juga menyebut sebagian orang yang cukup berhati-hati akan hal itu, lebih memilih berwudhu memakai air dingin. “Semua dengan tujuan yang sama. Semoga dengan adanya fasilitas yang berbeda dari masjid biasanya ini, menjadikan Wonosobo semakin ramai pengunjung dan berimbas kepada meningkatnya derajat kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Ard)