Ancaman Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Masih Tinggi

by -93 views


WONOSOBOZONE – Penyakit keturunan seperti diabetes mellitus maupun hipertensi menjadi ancaman yang cukup serius di wilayah Wonosobo. Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Sepuran, Wonosobo, dr. Priyo Hadi Sambodo ketika memberikan sambutan dalam acara Gebyar Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang digelar BPJS Kesehatan di Lapangan Puskesmas Sapuran, baru-baru ini. Priyo menyebut Prolanis harus terus digencarkan di semua layanan kesehatan. Tercatat, dari total calon jamaah haji asal Kabupaten Wonosobo 2017 mencapai 674 jamaah, sebanyak 75 persen merupakan penderita hipertensi.

“Selain itu, kami juga mendapat informasi, jika dulu pasien yang melakukan cuci darah hanya lima pasien per bulan, tetapi saat ini RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo bisa melayani hingga 50 pasien per bulan. Ini tentu peningkatan yang signifikan, dari itu kami juga berupaya mendukung terselenggaranya pembentukan klub Prolanis,” ujarnya, Jum’at (26/5).

Menurut Priyo, setiap bulan pihaknya melakukan pertemuan bersama klub Prolanis guna memberikan edukasi sekaligus pengobatan kepada para penderita penyakit kronis, baik hipertensi maupun diabetes mellitus. “Melalui kegiatan edukasi dan promosi kesehatan, maupun pengobatan secara rutin diharapkan bisa menekan angka penderita penyakit kronis dimasyarakat, sehingga kualitas kesehatan di Wonosobo terus meningkat,” harap dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Junaidi mengatakan klub Prolanis memang diharapkan bisa digencarkan di masing-masing layanan kesehatan, seperti halnya puskesmas. Namun diakui Jun, belum seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Wonosobo melaksanakan program tersebut. “Diharapkan nantinya program ini bisa dijalankan, sebagai langkah preventif mengantisipasi terjadinya penyakit kronis di masyarakat,” ujarnya.

Salah satu warga asal Kepil yang juga penderita diabetes mellitus, Edi Sumaryo (65) menyebutkan, dirinya bersama istri, Lusia Sumarni (65) mengaku rutin melakukan pengecekan gula darah setiap bulan, bersamaan dengan kegiatan Prolanis di Puskesmas Kepil. “Sudah tiga tahun saya menderita penyakit diabetes mellitus, untuk mencegah penyakit bertambah parah, saya dan istri rutin melakukan pemeriksaan gratis bersama klub Prolanis lainnya,” ungkapnya.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Maya Susanti melalui Kepala KLOK Wonosobo, Prasetya Anang Baja menyebutkan, Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi, untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. “Diharapkan jumlah peserta JKN-KIS yang sakit bisa menurun,” pungkasnya. (Ham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *