Tempat Karaoke Wajib Tutup Selama Ramadhan

by -29 views

Wonosobozone – Terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan membawa konsekuensi yang wajib ditaati setiap pemilik maupun pengelola tempat hiburan. Salah satunya terkait dengan kewajiban untuk menutup usaha hiburan berupa karaoke, selama bulan Ramadhan. Hal itu, ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) One Andang Wardoyo, di depan para pemilik dan pengelola tempat usaha hiburan, yang hadir dalam acara sosialiasi Perda Nomor 3 Tahun 2017, di aula rapat Disparbud pada Rabu (24/5). Aturan terkait jam buka tempat usaha, disebut Andang ada dalam pasal 7 Perda tentang penyelenggaraan usaha hiburan.

“Pasal 7 mengatur waktu penyelenggaraan usaha, menegaskan untuk jam operasional usaha karaoke Senin sampai Jumat adalah mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB, sementara untuk Sabtu, Minggu dan hari libur mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB,” urai Andang. Sementara selama bulan Ramadhan, Hari besar keagamaan, maupun event  keagamaan Nasional usaha karaoke dikatakan Andang, ditutup atau dilarang beroperasi. Penutupan tersebut, menurut mantan Kepala Bappeda tersebut, adalah demi menghormati umat muslim yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci, serta untuk mengantisipasi munculnya upaya razia atausweeping dari kelompok masyarakat yang berpotensi memunculkan konflik dan gangguan kamtibmas. “Ini kami tekankan agar benar-benar dipahami dan dipatuhi para pemilik maupun pengelola usaha hiburan,” tegas Andang.

Selain terkait aturan jam operasional, kepada tak kurang dari 20 orang pemilik maupun pengelola tempat hiburan yang hadir Andang juga menjelaskan berbagai hal terkait kewajiban dan larangan yang mesti diketahui. Kewajiban dan larangan bagi usaha hiburan, diterangkan Andang diatur dalam pasal 16 Perda Nomor 3 Tahun 2017. Dalam pasal tersebut, disebutkan bahwa usaha hiburan tidak diperbolehkan mempekerjakan tenaga kerja asing tanpa izin pejabat yang berwenang, dan juga dilarang menyelenggarakan maupun membiarkan kegiatan prostitusi di dalamnya. “Juga ada larangan untuk mempekerjakan anak di bawah usia 18 tahun, menerima pengunjung di bawah 18 tahun kecuali sudah menikah, sampai larangan menerima pengunjung yang mengenakan seragam sekolah,” bebernya. Bagi tempat usaha hiburan yang melanggar larangan-larangan di dalam Perda Nmor 3 Tahun 2017,  Andang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah mengatur sanksinya, mulai dari teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, hingga pembekuan sementara izin usaha.

Menanggapi arahan dari Kepala Disparbud terkait Perda tentang penyelenggaraan hiburan tersebut, para pemilik maupun pengelola mengaku bisa memahaminya. Agus Sasongko, pengelola Funbox bahkan menegasknan pihaknya telah merencanakan untuk menutup usaha karaoke selama bulan ramadhan. “Yang kami buka hanya tempat makan, di Eatbox dan itu pun pada jam menjelang sore atau sambil menunggu waktu buka puasa,” tegasnya.

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *