Hanya Sebatas Isu, PDAM Wonosobo Tepis Kenaikan Tarif Pelanggan

by -177 views

WONOSOBOZONE​ – Munculnya rumor kenaikan tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Aji Kabupaten Wonosobo menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Hal tersebut muncul menyusul informasi kenaikan tarif listrik yang cukup fantastis. Menurut salah satu warga asal Mojotengah, adanya isu kenaikan tarif PDAM membuat masyarakat kalangan menengah kebawah serasa makin tertekan. Karena setelah adanya kenaikan BBM non subsidi, tarif listrik, kenaikan PNBP pajak kendaraan kini muncul rumor kenaikan tarif PDAM.
Namun hal itu secara tegas di bantah oleh Direktur Utama PDAM Tirta Aji, Retnoningsih, Selasa (16/5). Retno menjelaskan, selama ini pihaknya belum pernah mengeluarkan pernyataan atau statement apapun terkait kenaikan tarif  PDAM Wonosobo. Munculnya isu kenaikan tarif  PDAM justru membuatnya merasa kaget atas sumber awal informasi tersebut. “Saya belum pernah mengeluarkan pernyataan terkait kenaikan tarif PDAM, saya penasaran sumbernya darimana. Saya menjamin bila saat ini belum akan ada rencana kenaikan tarif pelanggan PDAM,” tegasnya kepada Wawasan.
Menurut Retno, terkait kenaikan tarif PDAM prosesnya tidak mudah, memerlukan kajian serta pembahasan secara detail dan menyeluruh. Saat ini yang ada baru wacana kenaikan itu untuk rumah tangga berpenghasilan tinggi. Namun kepastiannya seperti apa, lanjut Retno, belum ada penjelasan karena semua masih dalam tahap pembahasan. “Biasanya kenaikan tarif air PDAM per-meter kubik itu setiap 2 tahun sekali, itu saja hanya sedikit, tidak sampai 1000 rupiah. Contoh di tahun 2016 hanya naik 200 rupiah dari 2 tahun sebelumnya, yakni 2014,” urainya.
Usai menepis isu tersebut, Retno menjelaskan bahwa kenaikan PDAM hanya ada pada sisi abonemen saja yang dibayarkan wajib setiap bulannya, yaitu sebesar 1000 rupiah yang disertai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari abonemen. “Tarif awal abonemen Rp. 14.000,- sekarang menjadi Rp. 15.000,- ditambah PPN 10% menjadi Rp. 16.500,- perbulan yang harus dibayarkan pelanggan diluar tarif air. Dan itu mulai bulan Mei yang di bayarkan awal Juni,” imbuhnya.
Dengan ditepisnya rumor tersebut, Retno menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan resah karena hingga saat ini PDAM Wonosobo belum akan menaikan tarif harganya. “Jadi tolong isu ini diluruskan agar masyarakat tidak resah dengan informasi yang belum tentu benar dan valid sumbernya, ” pungkas Retno. (Ham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *