Petani Wonosobo Didorong Manfaatkan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi

by -19 views
WONOSOBO ZONE – Ketua Himpunan
Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Wonosobo, Ir Agus Subagyo MSc meminta para
petani lebih serius mengupayakan peningkatan produksi hasil pertanian. Selain
dengan praktek pertanian modern berdasar arahan dari para penyuluh lapangan,
para petani yang tergabung dalam kelompok-kelompok juga diharapkan mampu
memanfaatkan fasilitas pinjaman bersubsidi dari lembaga perbankan. Dengan
bertambahnya modal untuk memperluas lahan dan menambah jumlah benih yang
ditanam, Agus meyakini produksi hasil pertanian di Kabupaten Wonosobo akan
semakin meningkat. “Meningkatnya kuantitas maupun kualitas hasil pertanian
tentu akan menguatkan ketahanan pangan masyarakat Wonosobo”, jelas Agus di
depan 20 petani Desa Mangunrejo, Kecamatan Kalikajar, Kamis (19/3).
Pinjaman bersubsidi
yang dimaksud Agus adalah fasilitas kredit ketahanan pangan dan energy (KKPE)
yang digulirkan pemerintah pusat melalui lembaga perbankan nasional. KKPE,
selain mudah diakses, juga merupakan pinjaman dengan bunga murah karena adanya
subsidi dari pemerintah. Para petani yang sudah menjadi anggota kelompok dapat
mengajukan pinjaman di bank yang ditunjuk pemerintah, dengan memenuhi
persyaratan adiminstratifnya. Pihaknya selaku pimpinan dari HKTI akan
mengupayakan pendampingan dan membantu kesulitan dalam pemenuhan persyaratan
administratif tersebut. Bersama para petugas penyuluh lapangan, Agus yang juga
mantan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten tersebut mengaku
senantiasa siap bila sewaktu-waktu petani membutuhkan kehadirannya, terutama
untuk kepentingan peningkatan produksi pertanian mereka. “Para petani cukup
telpon atau SMS saja untuk mengundang saya”, tegas Agus.
Arahan Agus Subagyo
tersebut seperti gayung bersambut bagi para petani desa Mangunrejo. Menurut
Ahmad Sukirun, Ketua kelompok tani mangunan, yang sekaligus menjadi tuan rumah
dalam pertemuan tersebut, anggota kelompoknya memang belum paham adanya KKPE.
Selama ini, untuk pemenuhan kebutuhan bibit maupun pupuk, mereka mengandalkan
dana terbatas, baik dari kocek pribadi maupun kas kelompok. Namun seiring
dengan semakin berkurangnya luasan lahan pertanian, serta mahalnya harga pupuk,
para petani pun menjadi semakin terjepit. Ahmad berharap, setelah adanya
pertemuan dengan Ketua HKTI, upaya meningkatkan produksi pertanian melalui
akses KKPE bisa diwujudkan.
wonosobokab

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *